Qaisha sayang...
sedihnya hati ini karena baru bisa sampai di rumah cukup malam beberapa hari ini
tak bisa bercanda
tak bisa bergurau
atau bahkan melihat senyum mu yang meluluhkan hati ini
sebelum ibu berangkat kebuaian.
Amanah seorang pegawai
kewajiban seorang pekerja
dan tanggung jawab seorang bawahan
menjadi pengurang waktu yang bisa ibu berikan padamu.
Maafkan ibu ya, neng...
Jumat, Desember 28, 2007
Senin, Desember 17, 2007
Fussy Yellow Duckling
Itu adalah sebutan devi buat orang yang cerewet, bawel atau ngomongnya banyak banget. Ini sebenernya diambil dari buku anak jenis Touch & Feel yang judulnya Fuzzy Yellow Duckling. Tapi devi belokkan sedikit karna kata "Fuzzy" dan "Fussy" bunyinya hampir mirip meskipun artinya berbeda jauh.
Kembali Ke Fussy Yellow Duckling. Kenapa orang yang cerewet devi sebut Fussy Yellow Duckling? Itu karena kecerewetan mereka devi anggap sama berisiknya seperti seekor bebek sehingga, bagi devi, mereka berubah jadi warna kuning...hahaha...ga jelas deh?! Tapi kira-kira begitulah. Jenis orang inilah yang devi paling ga tahan. Sifat dasar devi yang introvert dan lebih suka ketenangan sangat bertolak belakang dengan tipe orang seperti ini. Tapiiiiiiiii...klo yang yang jadi "Bebek Kuning" anak sendiri gimana donggggg?
Yup, bener banget! Meskipun belum bisa berkata-kata tapi Qaisha belakangan ini luar biasa bawel. Ngoceh mulu sepanjang hari, mulai dari membuka mata sampai akhirnya mau tidur ketika malam. Satu-satunya waktu dia diem ya ketika sedang tidur itu (Klo lagi tidur masih cerewet juga malah jadi serem kaleee). Orang serumah sampe bingung kok ini anak ga ada capek-capeknya ya??? Devi sendiri bingung dari mana Qaisha mendapat kecerewetannya itu. Soalnya devi termasuk orang yang pendiam, ayah pun tidak terlalu cerewet (tapi galak iya). Atau jangan-jangan karena devi suka ngeliatin fotonya Thea-Tara waktu hamil?
Thea-Tara adalah nama anaknya mas Tommy dan mba Mia. Anaknya lucuuu banget. Pertama kali ketemu Thea -atau sering dipanggil dengan mba Thea- devi sudah jatuh cinta sama dia. Klo ga salah waktu itu umurnya baru 4 tahun, tapi dengan sangat sopan dan manis dia sudah bisa mempersilahkan tamu masuk ke rumahnya. Ga ada takut-takutnya sama orang asing ataupun malu-malu meski baru pertama kali bertemu. "Silahkan masuk tante," katanya ketika itu. Lucu banget! Langsung deh kayak lagunya Dewi Persik "Kau Mencuri Hatiku, Hatikuuu..." (Hehehe... jadi nyanyi dangdut deh). Sejak itu devi jadi deket, apalagi anaknya ramah banget. Makanya waktu mba Mia kirim foto Thea-Tara langsung devi pajang di meja kerja devi. Sampe orang sering ngira itu foto anak Devi. Padahal waktu itu devi belum punya anak.
Thea memang anak yang lumayan bawel (hehehe...maaf ya mbak mia, mas Tommy). Tapi devi seneng sama kebawelannya dia. Sampe waktu nikah devi minta mba Thea jadi pendamping pengantin di pelaminan. Tapi, ya ampunnn, waktu ngedandaninnya agak-agak kewalahan. Orang yang ngedandanin mba Thea sampe gemesshh karna dianya ngoceh melulu, nanya macem-macem. Jenis Fussy Yellow Duckling yang ini yang devi ga masalah.
Dan sekarang Qaisha pun hampir-hampir mirip mba Thea. Tapi sebenernya bisa juga karena devi, ayah dan eyang selalu ngajak Qaisha ngobrol atau nyanyi meskpun isi nyanyi ga jelas. Rumah sekarang memang lebih ramai dari pada dulu sebelum ada Qaisha atau apalagi waktu devi belum nikah. Selain terdengar tangis dan tawa bayi, sekarang juga selalu terdengar orang yang nyanyi ga jelas atau orang yang ngomong sendiri.
Menjadi ibu pun devi juga harus menjadi seekor...eh seorang yang Fussy Yellow Duckling. Bagaimana tidak? Banyak yang harus devi kenalkan pada Qaisha. Matahari pagi, pohon-pohon di depan rumah, kucing yang sedang menggaruk-garuk tempat sampah, bunga-bunga yang baru mekar di pot teras depan, kupu-kupu yang terbang di atas bunga-bunga adalah sebagian kecil dari alam semesta ini yang ingin devi kenalkan pada Qaisha. Belum lagi yang kasat mata, seperti hangatnya cinta ayah dan ibu pada Qaisha, sejuknya senyum eyang di pagi hari untuk Qaisha, juga renyahnya salam para tetangga untuk senyum yang Qaisha kasih pada mereka hanyalah beberapa yang ingin devi sharing untuknya. Devi memang harus jadi super duper cerewet.
Well, being Fussy Yellow Duckling is not that bad after all...
Kembali Ke Fussy Yellow Duckling. Kenapa orang yang cerewet devi sebut Fussy Yellow Duckling? Itu karena kecerewetan mereka devi anggap sama berisiknya seperti seekor bebek sehingga, bagi devi, mereka berubah jadi warna kuning...hahaha...ga jelas deh?! Tapi kira-kira begitulah. Jenis orang inilah yang devi paling ga tahan. Sifat dasar devi yang introvert dan lebih suka ketenangan sangat bertolak belakang dengan tipe orang seperti ini. Tapiiiiiiiii...klo yang yang jadi "Bebek Kuning" anak sendiri gimana donggggg?
Yup, bener banget! Meskipun belum bisa berkata-kata tapi Qaisha belakangan ini luar biasa bawel. Ngoceh mulu sepanjang hari, mulai dari membuka mata sampai akhirnya mau tidur ketika malam. Satu-satunya waktu dia diem ya ketika sedang tidur itu (Klo lagi tidur masih cerewet juga malah jadi serem kaleee). Orang serumah sampe bingung kok ini anak ga ada capek-capeknya ya??? Devi sendiri bingung dari mana Qaisha mendapat kecerewetannya itu. Soalnya devi termasuk orang yang pendiam, ayah pun tidak terlalu cerewet (tapi galak iya). Atau jangan-jangan karena devi suka ngeliatin fotonya Thea-Tara waktu hamil?
Thea-Tara adalah nama anaknya mas Tommy dan mba Mia. Anaknya lucuuu banget. Pertama kali ketemu Thea -atau sering dipanggil dengan mba Thea- devi sudah jatuh cinta sama dia. Klo ga salah waktu itu umurnya baru 4 tahun, tapi dengan sangat sopan dan manis dia sudah bisa mempersilahkan tamu masuk ke rumahnya. Ga ada takut-takutnya sama orang asing ataupun malu-malu meski baru pertama kali bertemu. "Silahkan masuk tante," katanya ketika itu. Lucu banget! Langsung deh kayak lagunya Dewi Persik "Kau Mencuri Hatiku, Hatikuuu..." (Hehehe... jadi nyanyi dangdut deh). Sejak itu devi jadi deket, apalagi anaknya ramah banget. Makanya waktu mba Mia kirim foto Thea-Tara langsung devi pajang di meja kerja devi. Sampe orang sering ngira itu foto anak Devi. Padahal waktu itu devi belum punya anak.
Thea memang anak yang lumayan bawel (hehehe...maaf ya mbak mia, mas Tommy). Tapi devi seneng sama kebawelannya dia. Sampe waktu nikah devi minta mba Thea jadi pendamping pengantin di pelaminan. Tapi, ya ampunnn, waktu ngedandaninnya agak-agak kewalahan. Orang yang ngedandanin mba Thea sampe gemesshh karna dianya ngoceh melulu, nanya macem-macem. Jenis Fussy Yellow Duckling yang ini yang devi ga masalah.
Dan sekarang Qaisha pun hampir-hampir mirip mba Thea. Tapi sebenernya bisa juga karena devi, ayah dan eyang selalu ngajak Qaisha ngobrol atau nyanyi meskpun isi nyanyi ga jelas. Rumah sekarang memang lebih ramai dari pada dulu sebelum ada Qaisha atau apalagi waktu devi belum nikah. Selain terdengar tangis dan tawa bayi, sekarang juga selalu terdengar orang yang nyanyi ga jelas atau orang yang ngomong sendiri.
Menjadi ibu pun devi juga harus menjadi seekor...eh seorang yang Fussy Yellow Duckling. Bagaimana tidak? Banyak yang harus devi kenalkan pada Qaisha. Matahari pagi, pohon-pohon di depan rumah, kucing yang sedang menggaruk-garuk tempat sampah, bunga-bunga yang baru mekar di pot teras depan, kupu-kupu yang terbang di atas bunga-bunga adalah sebagian kecil dari alam semesta ini yang ingin devi kenalkan pada Qaisha. Belum lagi yang kasat mata, seperti hangatnya cinta ayah dan ibu pada Qaisha, sejuknya senyum eyang di pagi hari untuk Qaisha, juga renyahnya salam para tetangga untuk senyum yang Qaisha kasih pada mereka hanyalah beberapa yang ingin devi sharing untuknya. Devi memang harus jadi super duper cerewet.
Well, being Fussy Yellow Duckling is not that bad after all...
Jumat, Desember 14, 2007
Dijemput Qaisha
Senangnyaaaa pulang kantor dijemput Qaisha. Tadinya mau ketemuan di halte Komdak, tapi berhubung sampe jam 18.10wib devi dapet kabar klo ayah dan Qaisha belum dapat bis juga di terminal Senen yang mau ke arah Sudirman maka jadilah kami ketemuan di Mesjid Agung Al-Azhar.
Hehehe...bingung ya kok tiba-tiba Qaisha udah di terminal Senen? Tenang, Qaisha ga lagi kenalan sama preman sana setelah udah hapal banget sama terminal Lebak Bulus secara ayahnya rutin bawa ke terminal Lebak Bulus tiap minggu pagi. Jadi ceritanya begini, tiba-tiba ayah kepingin pergi jalan-jalan berdua aja sama qaisha (devinya di tinggalin...hiks). Maka hari Rabu (12/12) itu ayah sengaja cuti cuma buat mewujudkan keinginannya itu. Tapi memang mbahnya Qaisha lagi kangen banget sama ayah, jadi yah sekalian aja judulnya : Jalan-jalan Berdua (tanpa devi..hiks..hiks) Buat Jenguk Mbah di Sunter.
Perjalanan dari Lebak Bulus sebenernya lumayan jauh. Biasanya kita selalu naik taksi pulang pergi Lebak Bulus-Sunter. Tapi hari itu ayah dan Qaisha memang ingin berpetualang, maka jadilah mereka ke Sunter ngeteng. Pertama-tama, dari Lebak Bulus ke UKI naik Primajasa, lalu dilanjutin ke Priuk naik bis 43 dan terakhir naik Metro Mini 24. Wow 3 bis sekali jalan! Tapi syukurnya Qaisha ga rewel. Pas di Primajasa dia malah gelonjot-gelonjot kesenangan dan ngeliat ke sana ke mari. Hehehe... I love her curiosity!
Sampai di rumah mbahnya semua orang pada kaget. Wah kok ga ada mendung ga ada ujan tau-tau ayah dan Qaisha udah muncul di depan rumah (tanpa devi pula...hiks..hiks..hiks). Tapi tetangga ada yang sempat curiga devi dan ayah lagi berantem trus ayah ngabur ke Sunter...hhehhehe...
Sepanjang hari itu Qaisha main sama bude dan sepupu-sepupunya. Dan seperti biasa, klo Calista ketemu Qaisha maka Qaisha pasti kena cium Calista terus sebagai tanda sayang. Dulu waktu Qaisha belum ngerti dia mah diem aja klo dicium terus. Tapi sekarang udah bisa teriak dan ngejambak rambut sepupunya itu...hehhehe.. Kan udah makin gede :)
Pulang dari sunter tadinya Qaisha mau jemput Devi di halte Komdak, tapi seperti disebut di atas akhirnya kami ketemuan di mesjid Al-Azhar. Seneng juga bisa ngenalin mesjid itu ke Qaisha, soalnya devi besar di sana. Hampir separuh hidup devi dihabiskan belajar di tempat itu. Sayangnya sekolah devi yang dulu udah jadi universitas jadi devi ga bisa ngeliatin gedung sekolah devi ke Qaisha. But at least mesjidnya masih tetap sama, ga banyak berubah, maka mesjidnya itu jadi tempat devi bernostalgila. Senangnya bisa berbagi salah satu sejarah kehidupan devi ke buah hati tercinta...
Di masjid Al-Azhar Qaisha senang ngeliatin arsitektur dan kaligrafi kubah. Ngeliatnya ke atas mulu. Mungkin dia bingung liat tulisan-tulisan yang bentuknya meliuk-liuk diatap.Tapi ya itu, begitu ditaruh di karpet langsung deh dia "cicipin" itu karpet sampe karpetnya basah. Langsung aja ayah angkat, takut disuruh ngepel sama penjaga mesjid katanya..hihihi...
Alhamdulillah petualangan pertamanya Qaisha dan Ayah (tanpa devi....hiks..hiks...hiks...hiks) ga ada masalah apa-apa. Qaishanya ga rewel, hari itu juga ga hujan, mbah dan saudara-saudara di Sunter seneng dengan silaturahminya Qaisha yang mendadak. Tapi siap-siap aja nieh diomelin eyangnya Qaisha gara-gara ngajak Qaisha berbus-ria, dan biasanya ini akan berlangsung lama...huwaaa!! Wong devi ga ikut pergi tapi yang kena omelan eyang malah devi....sebel!....
Hehehe...bingung ya kok tiba-tiba Qaisha udah di terminal Senen? Tenang, Qaisha ga lagi kenalan sama preman sana setelah udah hapal banget sama terminal Lebak Bulus secara ayahnya rutin bawa ke terminal Lebak Bulus tiap minggu pagi. Jadi ceritanya begini, tiba-tiba ayah kepingin pergi jalan-jalan berdua aja sama qaisha (devinya di tinggalin...hiks). Maka hari Rabu (12/12) itu ayah sengaja cuti cuma buat mewujudkan keinginannya itu. Tapi memang mbahnya Qaisha lagi kangen banget sama ayah, jadi yah sekalian aja judulnya : Jalan-jalan Berdua (tanpa devi..hiks..hiks) Buat Jenguk Mbah di Sunter.
Perjalanan dari Lebak Bulus sebenernya lumayan jauh. Biasanya kita selalu naik taksi pulang pergi Lebak Bulus-Sunter. Tapi hari itu ayah dan Qaisha memang ingin berpetualang, maka jadilah mereka ke Sunter ngeteng. Pertama-tama, dari Lebak Bulus ke UKI naik Primajasa, lalu dilanjutin ke Priuk naik bis 43 dan terakhir naik Metro Mini 24. Wow 3 bis sekali jalan! Tapi syukurnya Qaisha ga rewel. Pas di Primajasa dia malah gelonjot-gelonjot kesenangan dan ngeliat ke sana ke mari. Hehehe... I love her curiosity!
Sampai di rumah mbahnya semua orang pada kaget. Wah kok ga ada mendung ga ada ujan tau-tau ayah dan Qaisha udah muncul di depan rumah (tanpa devi pula...hiks..hiks..hiks). Tapi tetangga ada yang sempat curiga devi dan ayah lagi berantem trus ayah ngabur ke Sunter...hhehhehe...
Sepanjang hari itu Qaisha main sama bude dan sepupu-sepupunya. Dan seperti biasa, klo Calista ketemu Qaisha maka Qaisha pasti kena cium Calista terus sebagai tanda sayang. Dulu waktu Qaisha belum ngerti dia mah diem aja klo dicium terus. Tapi sekarang udah bisa teriak dan ngejambak rambut sepupunya itu...hehhehe.. Kan udah makin gede :)
Pulang dari sunter tadinya Qaisha mau jemput Devi di halte Komdak, tapi seperti disebut di atas akhirnya kami ketemuan di mesjid Al-Azhar. Seneng juga bisa ngenalin mesjid itu ke Qaisha, soalnya devi besar di sana. Hampir separuh hidup devi dihabiskan belajar di tempat itu. Sayangnya sekolah devi yang dulu udah jadi universitas jadi devi ga bisa ngeliatin gedung sekolah devi ke Qaisha. But at least mesjidnya masih tetap sama, ga banyak berubah, maka mesjidnya itu jadi tempat devi bernostalgila. Senangnya bisa berbagi salah satu sejarah kehidupan devi ke buah hati tercinta...
Di masjid Al-Azhar Qaisha senang ngeliatin arsitektur dan kaligrafi kubah. Ngeliatnya ke atas mulu. Mungkin dia bingung liat tulisan-tulisan yang bentuknya meliuk-liuk diatap.Tapi ya itu, begitu ditaruh di karpet langsung deh dia "cicipin" itu karpet sampe karpetnya basah. Langsung aja ayah angkat, takut disuruh ngepel sama penjaga mesjid katanya..hihihi...
Alhamdulillah petualangan pertamanya Qaisha dan Ayah (tanpa devi....hiks..hiks...hiks...hiks) ga ada masalah apa-apa. Qaishanya ga rewel, hari itu juga ga hujan, mbah dan saudara-saudara di Sunter seneng dengan silaturahminya Qaisha yang mendadak. Tapi siap-siap aja nieh diomelin eyangnya Qaisha gara-gara ngajak Qaisha berbus-ria, dan biasanya ini akan berlangsung lama...huwaaa!! Wong devi ga ikut pergi tapi yang kena omelan eyang malah devi....sebel!....
Senin, Desember 03, 2007
Ini dia...!!
Ini dia foto-foto Qaisha yang lagi asik dengan jempol kakinya.

Pertama, penentuan kaki kiri atau kaki kanan. Entah apa pertimbangannya, tapi kayaknya serius banget mikirnya...
Tapi kok dipakein kaos kaki sih? Kan jempolnya ga kerasa? Yang ada juga bau acem dari kaos kaki...hehehe...

Udah devi lepas kok kaos kakinya, tapi kenapa tetep milih yang pake kaos kaki ya??? Nah ya ketahuan, ketagihan ya sama acemnya kaos kaki...hihihi...

Kemaren pagi ada surprise lagi yang dikasih Qaisha buat ibunya. Karena sekarang dia lagi seneng-senengnya bolak-balik gulang-guling dari telentang ke tengkurep, tiba-tiba dia udah berhasil memindahkan tubuhnya dari arah 0 derajat ke arah 90 derajat pas lagi tengkurep. Itu kejadian tiba-tiba juga lho!
Wah, melihat semangatnya Qaisha yang makin lincah, devi ga akan heran klo besok tiba-tiba dia udah bisa lari keliling rumah...hehehe...
Pertama, penentuan kaki kiri atau kaki kanan. Entah apa pertimbangannya, tapi kayaknya serius banget mikirnya...
Tapi kok dipakein kaos kaki sih? Kan jempolnya ga kerasa? Yang ada juga bau acem dari kaos kaki...hehehe...
Udah devi lepas kok kaos kakinya, tapi kenapa tetep milih yang pake kaos kaki ya??? Nah ya ketahuan, ketagihan ya sama acemnya kaos kaki...hihihi...
Kemaren pagi ada surprise lagi yang dikasih Qaisha buat ibunya. Karena sekarang dia lagi seneng-senengnya bolak-balik gulang-guling dari telentang ke tengkurep, tiba-tiba dia udah berhasil memindahkan tubuhnya dari arah 0 derajat ke arah 90 derajat pas lagi tengkurep. Itu kejadian tiba-tiba juga lho!
Wah, melihat semangatnya Qaisha yang makin lincah, devi ga akan heran klo besok tiba-tiba dia udah bisa lari keliling rumah...hehehe...
Nyam...nyam..nyamm...
Hari AIDS sedunia berbarengan dengan Hari Bumi. Yang lebih asik lagi keduanya bersamaan dengan MPASI pertamanya Qaisha...hehehe.... (Ga nyambung deh!)
Alhamdulillah, Qaisha udah masuk usia 6 bulan. Sekarang makanannya Qaisha udah mulai ditambah dan hari-hari MPASI pun dimulai. Sabtu (1/12) kemarin Qaisha udah mulai makan pisang selain ASI dan sufor-nya. Sebenernya ini bukan MPASI pertama. Waktu usia Qaisha dua bulan eyangnya udah mulai kasih pisang, pepaya dan air wortel. Tadinya devi dan ayah sempet kaget juga, kok diusia segitu udah makan macem-macem. Alasan eyangnya waktu devi bayi juga udah makan buah diusia segitu dan sekarang untuk Qaisha pun juga begitu. Tapi apa yang terjadi? Ga lama kemudian Qaisha konstipasi. Gedubruakkkk... Paniklah devi! Gimana ga bingung? Anak pertama, baru dua bulan pula, tiba-tiba harus ngadepin bayi yang selalu nangis klo mau pup. Pernah pagi-pagi Qaisha bangun nangis kejer sambil ngeden, dan pup yang keluar pun keras kayak batu. Langsung devi bawa ke dokter. Di dokternya sempet dimarahin, kata dokternya anak segitu harusnya makanannya ASI aja, soalnya pencernaannya kan belum sempurna. Setelah di kasih Lacto B (maaf nyebut merek), alhamdulillah ga lama kemudian buang airnya Qaisha udah normal lagi.
Tapi ya itu, entah kenapa, banyak sekali orang yang ingin masukin segala macam makanan ke mulut Qaisha sebelum usianya genap 6 bulan. Ada juga kerabat yang pernah kasih biskuit tanpa sepengetahuan devi. Ada juga yang komen: kenapa sih ga dikasih apa-apa biar klo ditinggal tuh gampang ngasih makannya. Duh, pingin marah deh rasanya. Salah satu resiko jadi ibu bekerja ya begini ini. Urusan makan anak pun banyak banget yang mau ikut campur. Dan yang lebih parah ngasihnya dibelakang devi :(
Memang, sejak usia 5 bulan, klo ada orang yang makan Qaisha udah mulai ngerti merhatiin orang makan. Matanya seolah-olah berkata : Kok aku ga dibagi sih. Kadang pun mulutnya suka bergerak seperti orang ngecap. Apalagi diusia segitu apa-apa yang ada didekatnya pasti masuk ke mulut. Wajar aja sih klo orang-orang jadi gatel pingin ngasih makanan. Duh, gimana klo devi program ASI eksklusif, bisa-bisa bubar di tengah jalan...hiks..
Well, its in the past, sekarang konsen ke MPASI. Sejak Qaisha umur 5 bulan devi udah browsing sana-sini tentang MPASI, termasuk resep-resepnya. Ayah lebih hebat lagi. Sejak usia Qaisha 1 bulan udah dapet beraneka resep makanan bayi dari milis ayah-ibu-anak. Dari milis SEHAT devi juga udah dapet jadwal makanan bayi termasuk contoh bikin jadwal makan dan gimana reaksinya. Tips-tipsnya juga banyak banget karena mereka sangat menyarankan MPASI yang homemade. Selain lebih murah juga tentunya lebih sehat.
Rencananya hari pertama devi pingin buat bubur susu dari tepung beras. Eyangnya Qaisha pun dari beberapa hari juga udah mention pingin beli wajan kecil khusus buat Qaisha. Tapiiiiiii...(selalu saja ada tapi)...pas hari H-nya rumah eyang yang lagi diperbaiki belum kelar juga. Karena lagi ngerjain plafon di ruang tamu akhirnya semua barang-barang di ruang tersebut di pindah ke dapur. Weleh..weleh..gimana mau masak, numpang lewat buat bikin teh aja susah. Wong mau nyari mangkok yang udah ketahuan tempatnya aja susah, apalagi harus nyari blender yang ga ketahuan posisinya ada dimana. Ya sudah lah, hari MPASI pertama Qaisha jatuh pada pisang Ambon. Hari minggunya devi dan ayah beli biskuit khusus buat bayi. Selain buat dibikin bubur, juga untuk Qaisha belajar menggenggam.
Lucu liat Qaisha makan pisang. Karena baru belajar mengunyah kadang pisangnya dia keluarin lagi pake lidahnya. Abis makan pisang langsung diobservasi pup-nya. So far masih normal. Hari minggu ditambah lagi biskuit dan coba dikasih pepaya. Mudah-mudahan ga ada masalah juga.
InsyaAllah klo rumahnya udah beres, nanti ibu masakin yang istimewa buat neng Qaisha yaa...
Sebenernya apa pun yang devi buat seharusnya jadi sesuatu yang istimewa, soalnya devi kan ga bisa masak...hehehe... Lebih parah lagi: Devi emang ga suka masak! Nah lho..?!
Alhamdulillah, Qaisha udah masuk usia 6 bulan. Sekarang makanannya Qaisha udah mulai ditambah dan hari-hari MPASI pun dimulai. Sabtu (1/12) kemarin Qaisha udah mulai makan pisang selain ASI dan sufor-nya. Sebenernya ini bukan MPASI pertama. Waktu usia Qaisha dua bulan eyangnya udah mulai kasih pisang, pepaya dan air wortel. Tadinya devi dan ayah sempet kaget juga, kok diusia segitu udah makan macem-macem. Alasan eyangnya waktu devi bayi juga udah makan buah diusia segitu dan sekarang untuk Qaisha pun juga begitu. Tapi apa yang terjadi? Ga lama kemudian Qaisha konstipasi. Gedubruakkkk... Paniklah devi! Gimana ga bingung? Anak pertama, baru dua bulan pula, tiba-tiba harus ngadepin bayi yang selalu nangis klo mau pup. Pernah pagi-pagi Qaisha bangun nangis kejer sambil ngeden, dan pup yang keluar pun keras kayak batu. Langsung devi bawa ke dokter. Di dokternya sempet dimarahin, kata dokternya anak segitu harusnya makanannya ASI aja, soalnya pencernaannya kan belum sempurna. Setelah di kasih Lacto B (maaf nyebut merek), alhamdulillah ga lama kemudian buang airnya Qaisha udah normal lagi.
Tapi ya itu, entah kenapa, banyak sekali orang yang ingin masukin segala macam makanan ke mulut Qaisha sebelum usianya genap 6 bulan. Ada juga kerabat yang pernah kasih biskuit tanpa sepengetahuan devi. Ada juga yang komen: kenapa sih ga dikasih apa-apa biar klo ditinggal tuh gampang ngasih makannya. Duh, pingin marah deh rasanya. Salah satu resiko jadi ibu bekerja ya begini ini. Urusan makan anak pun banyak banget yang mau ikut campur. Dan yang lebih parah ngasihnya dibelakang devi :(
Memang, sejak usia 5 bulan, klo ada orang yang makan Qaisha udah mulai ngerti merhatiin orang makan. Matanya seolah-olah berkata : Kok aku ga dibagi sih. Kadang pun mulutnya suka bergerak seperti orang ngecap. Apalagi diusia segitu apa-apa yang ada didekatnya pasti masuk ke mulut. Wajar aja sih klo orang-orang jadi gatel pingin ngasih makanan. Duh, gimana klo devi program ASI eksklusif, bisa-bisa bubar di tengah jalan...hiks..
Well, its in the past, sekarang konsen ke MPASI. Sejak Qaisha umur 5 bulan devi udah browsing sana-sini tentang MPASI, termasuk resep-resepnya. Ayah lebih hebat lagi. Sejak usia Qaisha 1 bulan udah dapet beraneka resep makanan bayi dari milis ayah-ibu-anak. Dari milis SEHAT devi juga udah dapet jadwal makanan bayi termasuk contoh bikin jadwal makan dan gimana reaksinya. Tips-tipsnya juga banyak banget karena mereka sangat menyarankan MPASI yang homemade. Selain lebih murah juga tentunya lebih sehat.
Rencananya hari pertama devi pingin buat bubur susu dari tepung beras. Eyangnya Qaisha pun dari beberapa hari juga udah mention pingin beli wajan kecil khusus buat Qaisha. Tapiiiiiii...(selalu saja ada tapi)...pas hari H-nya rumah eyang yang lagi diperbaiki belum kelar juga. Karena lagi ngerjain plafon di ruang tamu akhirnya semua barang-barang di ruang tersebut di pindah ke dapur. Weleh..weleh..gimana mau masak, numpang lewat buat bikin teh aja susah. Wong mau nyari mangkok yang udah ketahuan tempatnya aja susah, apalagi harus nyari blender yang ga ketahuan posisinya ada dimana. Ya sudah lah, hari MPASI pertama Qaisha jatuh pada pisang Ambon. Hari minggunya devi dan ayah beli biskuit khusus buat bayi. Selain buat dibikin bubur, juga untuk Qaisha belajar menggenggam.
Lucu liat Qaisha makan pisang. Karena baru belajar mengunyah kadang pisangnya dia keluarin lagi pake lidahnya. Abis makan pisang langsung diobservasi pup-nya. So far masih normal. Hari minggu ditambah lagi biskuit dan coba dikasih pepaya. Mudah-mudahan ga ada masalah juga.
InsyaAllah klo rumahnya udah beres, nanti ibu masakin yang istimewa buat neng Qaisha yaa...
Sebenernya apa pun yang devi buat seharusnya jadi sesuatu yang istimewa, soalnya devi kan ga bisa masak...hehehe... Lebih parah lagi: Devi emang ga suka masak! Nah lho..?!
Selasa, November 27, 2007
Welcome Back Home
Home sweet home..... Hari minggu kemaren (25/11) akhirnya Devi, Qaisha dan ayah pulang ke lebak bulus setelah 3 minggu melalang buana ke pulo gebang dan sunter. Ternyata waktu 3 minggu itu (ga sampe 1 bulan) merupakan waktu yang cukup panjang buat bayi. Banyak perubahan dari Qaisha dari terakhir meninggalkan lebak bulus (cieee!..ehem) , termasuk dalam hal memorinya. Waktu sampe di rumah Qaisha yang lagi tidur langsung disambut eyangnya, ga lama kemudian dia bangun dan ngeliatin eyangnya dengan wajah bingung. Lama dia ngeliatin eyangnya. Pas devi deketin trus devi ajak ngobrol sambil senyam-senyum baru dia balas senyum devi, tapi klo liat eyangnya dia bengong lagi, kayak ga ngenalin eyangnya. Dan abis itu dia rewel terus sampe besok paginya sampe akhirnya devi putusin untuk ga ngantor karna Qaisha ga bisa dilepas.
Qaisha emang udah makin tambah besar. Nangisnya juga beda dari yang dulu, sekarang nangisnya lebih kencuenggg, dan udah kayak orang gede. Sekarang juga udah punya kemauan sendiri. Klo barang yang lagi dipegangnya diambil dia udah ngerti marah-marah (baca: nangis). Duh, putriku makin besar nih, ibunya jadi suka parno...hehehe...
Tapi senangnya udah bisa pulang lagi. Kamar Devi udah lebih bagus sekarang; udah pake ubin jadi ga terlalu panas kayak dulu lagi. InsyaAllah klo ada rejeki mau beli air cooler jadi kamar di atas bisa buat tidur juga klo siang. Soalnya dulu di atas itu panassss bangedhh klo siang jadi kita suka males naik ke atas.
Punya kamar baru jadi pingin nata-nata nieh. Ada space antara tv dan kasur yang bisa ditaruh karpet lembut buat Qaisha main-main di bawah. Bikin pojok Qaisha juga lucu kayak yang dibikin Ira buat Adilia. Perpustakaan kecil harus ada, terutama untuk koleksi buku-buku anak devi. Hmm...InsyaAllah deh klo ada waktu dan rejeki pingin ditata lagi sesuai keinginan devi, dan pastinya pingin buat tempat special buat Qaisha-ku tersayang...
Qaisha emang udah makin tambah besar. Nangisnya juga beda dari yang dulu, sekarang nangisnya lebih kencuenggg, dan udah kayak orang gede. Sekarang juga udah punya kemauan sendiri. Klo barang yang lagi dipegangnya diambil dia udah ngerti marah-marah (baca: nangis). Duh, putriku makin besar nih, ibunya jadi suka parno...hehehe...
Tapi senangnya udah bisa pulang lagi. Kamar Devi udah lebih bagus sekarang; udah pake ubin jadi ga terlalu panas kayak dulu lagi. InsyaAllah klo ada rejeki mau beli air cooler jadi kamar di atas bisa buat tidur juga klo siang. Soalnya dulu di atas itu panassss bangedhh klo siang jadi kita suka males naik ke atas.
Punya kamar baru jadi pingin nata-nata nieh. Ada space antara tv dan kasur yang bisa ditaruh karpet lembut buat Qaisha main-main di bawah. Bikin pojok Qaisha juga lucu kayak yang dibikin Ira buat Adilia. Perpustakaan kecil harus ada, terutama untuk koleksi buku-buku anak devi. Hmm...InsyaAllah deh klo ada waktu dan rejeki pingin ditata lagi sesuai keinginan devi, dan pastinya pingin buat tempat special buat Qaisha-ku tersayang...
Rabu, November 21, 2007
Pink Eye
Devi paling suka warna pink dan putih, tapi ngeliat warna pink di mata Qaisha itu yang ga devi suka. Yup, Qaisha kena sakit mata...hiks...sedih deh. Sejak Kamis atau Jumat minggu lalu memang ada tanda-tanda mengarah ke sana. Tiba-tiba saja devi melihat ada kotoran mata warna kuning pas dia lagi dipangku sama salah satu kerabat, padahal dia ga abis bangun tidur. Awalnya sih biasa aja, cuma sedikit aneh aja kok tiba-tiba ada belek (maaf) yang cukup kentara warna kuning di ujung mata dekat hidungnya. Hari sabtu dan minggu ga ada masalah. Pas jalan-jalan ke Dufan hari sabtunya juga ga kenapa-kenapa. Padahal siang itu Qaisha banyak tidur didekapan devi dan seringnya disepanjang perjalanan di atas motor. Begitu juga hari minggunya kita sempet jalan ke Atrium Senen dan ga ada masalah dengan mata Qaisha.
Nah pas malam senin, tengah malam devi kebangun merhatiin Qaisha yang lagi tidur tiba-tiba udah banyak kotoran menutup bulu matanya dan warnanya hijau. Waduh klo pagi bangun dia ga bisa buka matanya bisa-bisa dia nangis keras. Langsung devi minta tolong ayah ambilin air hangat dan kapas lalu devi bersihin kotoran-kotoran yang menutup matanya. Syukurnya dia ga kebangun dan tetap tertidur pulas. Pagi harinya devi perhatiin kotorannya udah ga muncul lagi. Maka devi pun berangkat ke kantor dengan tenang.
Pulang dari kantor Ayah dan Devi baru tahu klo sepupu Qaisha, Calista, masuk rumah sakit. Seminggu terakhir ini dia memang lagi ga sehat, susah makan, batuk dan sempet beberapa kali muntah. Malam itu Qaisha lagi tertidur di dalam buaiannya, jadi pulang dari kantor devi bisa bersihin kamar dulu, mandi, makan, dsb, dsb. Hampir jam setengah sepuluh baru devi angkat Qaisha dari buaiannya ke kasur. Pas diangkat itu dia kebangun dan...walllahhh...itu belek mata menutup kedua mata Qaisha. Kontan devi panik n bingung apalagi Qaisha mulai nangis dan karna dia ga bisa buka matanya nangisnya tambah keras. Duh sedih banget dengernya.... Langsung devi ambil air hangat dan kapas sementara ayah coba nenangin Qaisha. Agak lama juga ngebersihin belek-beleknya itu karena cukup tebal dan berwarna hijau, apalagi kena kedua matanya. Setelah berhasil dibersihkan kedua-duanya devi perhatiin di mata kirinya berwarna merah diujung mata dekat pelipis. Waduh Qaisha bener-bener kena sakit mata! Abis dibersihin matanya langsung devi gendong Qaisha yang masih sesenggukan, dia agak bengong sebentar, tapi pas udah liat ayahnya dia mulai senyum lagi. Ah, si neng Qaisha emang anak pintar!
Pas lagi nenenin Qaisha devi langsung minta ayah cuci buaiannya yang emang ga pernah dicuci, padahal Qaisha suka ngumpol di sana, sepupunya juga mungkin sempet ngompol di situ. Mungkin itu juga yang bikin Qaisha sakit mata. Malam itu tidurnya Qaisha ga tenang dan lumayan sering batuk. Dia lebih sering kebangun dari biasanya. Pagi harinya beleknya ga sebanyak semalam dan warnanya berubah kuning. Devi sempet agak ragu mau berangkat ke kantor apa enggak, tapi akhirnya devi berangkat ke kantor juga meski pikiran dan hati ga tenang.
Sampe di kantor langsung devi ubek-ubek arsip milis SEHAT dan websitenya. Ternyata banyak juga email tentang sakit mata. Setelah baca sana-sini ketahuanlah klo Qaisha terkena Pink Eye atau Conjunctivitis tapi masih bingung apakah karena virus atau bakteri. Kalau karena virus biasanya akan hilang dengan sendirinya, tapi klo karena bakteri belekannya akan semakin banyak. Tata laksana untuk mata belekan ini adalah dengan rajin dibersihkan dengan kapas yang diberi air hangat, mengompresnya dengan air hangat/dingin dan kalau dalam beberapa hari belek-nya semakin banyak maka perlu diberi antibiotika yaitu Garamycine tetes atau Kemicetine tetes. Untuk lebih tau tentang sakit mata ini bisa baca-baca di Mayo Clinic : http://www.mayoclinic.com/print/pink-eye/DS00258/DSECTION=all&METHOD=print
Setelah tau tentang sakit matanya Qaisha ini devi jadi lebih tenang; tahu tentang penyebabnya, dan paling penting tahu tindakan apa yang harus diambil. Devi kirim juga email2 dari milis SEHAT ke ayah. Ayah juga telpon orang rumah yang jagain Qaisha supaya mata Qaisha sering-sering dibersihin. Dan Alhamdulillah pas pulang kantor beleknya udah berkurang. Malam pun tidurnya Qaisha udah lebih tenang. Pas tadi pagi bangun tidur beleknya udah tinggal sedikit. Mudah-mudahan aja besok udah bener-bener sembuh.
Poor my sweet angel...
Maaf ya, karena ibu kurang higienis neng Qaisha jadi sakit mata...
Nah pas malam senin, tengah malam devi kebangun merhatiin Qaisha yang lagi tidur tiba-tiba udah banyak kotoran menutup bulu matanya dan warnanya hijau. Waduh klo pagi bangun dia ga bisa buka matanya bisa-bisa dia nangis keras. Langsung devi minta tolong ayah ambilin air hangat dan kapas lalu devi bersihin kotoran-kotoran yang menutup matanya. Syukurnya dia ga kebangun dan tetap tertidur pulas. Pagi harinya devi perhatiin kotorannya udah ga muncul lagi. Maka devi pun berangkat ke kantor dengan tenang.
Pulang dari kantor Ayah dan Devi baru tahu klo sepupu Qaisha, Calista, masuk rumah sakit. Seminggu terakhir ini dia memang lagi ga sehat, susah makan, batuk dan sempet beberapa kali muntah. Malam itu Qaisha lagi tertidur di dalam buaiannya, jadi pulang dari kantor devi bisa bersihin kamar dulu, mandi, makan, dsb, dsb. Hampir jam setengah sepuluh baru devi angkat Qaisha dari buaiannya ke kasur. Pas diangkat itu dia kebangun dan...walllahhh...itu belek mata menutup kedua mata Qaisha. Kontan devi panik n bingung apalagi Qaisha mulai nangis dan karna dia ga bisa buka matanya nangisnya tambah keras. Duh sedih banget dengernya.... Langsung devi ambil air hangat dan kapas sementara ayah coba nenangin Qaisha. Agak lama juga ngebersihin belek-beleknya itu karena cukup tebal dan berwarna hijau, apalagi kena kedua matanya. Setelah berhasil dibersihkan kedua-duanya devi perhatiin di mata kirinya berwarna merah diujung mata dekat pelipis. Waduh Qaisha bener-bener kena sakit mata! Abis dibersihin matanya langsung devi gendong Qaisha yang masih sesenggukan, dia agak bengong sebentar, tapi pas udah liat ayahnya dia mulai senyum lagi. Ah, si neng Qaisha emang anak pintar!
Pas lagi nenenin Qaisha devi langsung minta ayah cuci buaiannya yang emang ga pernah dicuci, padahal Qaisha suka ngumpol di sana, sepupunya juga mungkin sempet ngompol di situ. Mungkin itu juga yang bikin Qaisha sakit mata. Malam itu tidurnya Qaisha ga tenang dan lumayan sering batuk. Dia lebih sering kebangun dari biasanya. Pagi harinya beleknya ga sebanyak semalam dan warnanya berubah kuning. Devi sempet agak ragu mau berangkat ke kantor apa enggak, tapi akhirnya devi berangkat ke kantor juga meski pikiran dan hati ga tenang.Sampe di kantor langsung devi ubek-ubek arsip milis SEHAT dan websitenya. Ternyata banyak juga email tentang sakit mata. Setelah baca sana-sini ketahuanlah klo Qaisha terkena Pink Eye atau Conjunctivitis tapi masih bingung apakah karena virus atau bakteri. Kalau karena virus biasanya akan hilang dengan sendirinya, tapi klo karena bakteri belekannya akan semakin banyak. Tata laksana untuk mata belekan ini adalah dengan rajin dibersihkan dengan kapas yang diberi air hangat, mengompresnya dengan air hangat/dingin dan kalau dalam beberapa hari belek-nya semakin banyak maka perlu diberi antibiotika yaitu Garamycine tetes atau Kemicetine tetes. Untuk lebih tau tentang sakit mata ini bisa baca-baca di Mayo Clinic : http://www.mayoclinic.com/print/pink-eye/DS00258/DSECTION=all&METHOD=print
Setelah tau tentang sakit matanya Qaisha ini devi jadi lebih tenang; tahu tentang penyebabnya, dan paling penting tahu tindakan apa yang harus diambil. Devi kirim juga email2 dari milis SEHAT ke ayah. Ayah juga telpon orang rumah yang jagain Qaisha supaya mata Qaisha sering-sering dibersihin. Dan Alhamdulillah pas pulang kantor beleknya udah berkurang. Malam pun tidurnya Qaisha udah lebih tenang. Pas tadi pagi bangun tidur beleknya udah tinggal sedikit. Mudah-mudahan aja besok udah bener-bener sembuh.
Poor my sweet angel...
Maaf ya, karena ibu kurang higienis neng Qaisha jadi sakit mata...
Langganan:
Postingan (Atom)